Begitupun rindu, dendam pun juga perlu dibalas. Seperti sebuah ketakutan yang menggentayangi malam-malammu. Atau malam-malam perawan lain yang dikutuk cantik. Ada memang, banyak wanita di luar sana ingin sekali menjadi cantik. Mengoleksi kosmetik dan perawatan wajah setiap pekan ke salon. Tapi disini, hampir semua wanita ingin menjadi buruk rupa. Karena menjadi cantik adalah kutukan. Karena menjadi cantik adalah ketakutan.

Dendam adalah ketika kau tak berani membuka hati kepada pria, apalagi jika prianya mempunyai kekuasaan. Atau ketika kau menolak perjodohan emak-bapakmu. Memang definisi dendam di warga ini tak sama dengan definisi dendam umumnya. Tapi jika definisi itu kau hiraukan, maka bukan sekadar nyawa yang hilang. Tapi harga diri dan guyuran cemooh warga sekitar yang kau dapatkan setiap keturunan. Karena biar bagaimanapun, itu adalah dendam. Dan dendam pun juga perlu dibalas.

Purnama sepanjang bulan yang melingkar itu sering kali sembunyi di balik pohon-pohon besar. Ia tak berani menyinari warga terkutuk itu. Warga yang lebih banyak prianya. Warga yang lebih sedikit wanita cantiknya. Wanita-wanita di sana lebih banyak berparas buruk rupanya. Bahkan bagaimana caranya ibu-bapak mereka agar membuat anak yang sengaja buruk. Karena jika ia cantik, kehidupan mereka akan suram.

Ada tradisi mengembalikan purnama. Seandainya purnama malam ini tidak keluar, itu tandanya keesokan harinya atau dua atau tiga hari berikutnya, akanada wanita cantik yang meninggal mengenaskan. Dengan isak tangis keluarga, dan wajah penasaran tetangga yang lain. Di balik gubuk kecil yang randu, di balik gemilir sungai yang deras, mayatnya tak layak dikubur dan hanya dibuang ke sungai besar sebagai sesajen purnama. Agar ia kembali, tak mengambil wanita lagi di warga itu.

Jika kau cantik, maka nasib mu tetap nahas. Kau hanya perlu menunggu atau enyah dari kampung itu. Meskipun dari dulu tak ada orang yang berani keluar batas desa karena desa itu terpencil, berada di tengah hutan, yang dikelilingi mahluk buas seperti seekor harimau dan serigala menakutkan.

Paling tidak Kau akan dijadikan istri untuk yang kesekian kalinya oleh majikan orang tuamu. Dan jika kau adalah anaknya seorang majikan, maka kau akan dibunuh sendiri oleh bapakmu setelah mereka tahu bahwa kau cantik. Jika kau tak menerima lamaran seorang lelaki, maka kau akan berakhir dengan perut buncit berisi keris, paku dan popok bayi. Muntah darah dan nanah berbau pesing. Mengerikan sekali.

Tapi jika kau menerimanya, maka tetap kau akan mati setelah kau diperlakukan sedemikian buruk seperti budak tahanan. Itulah mengapa cantik itu terkutuk. Orang-orang takut jika ada orang cantik di rumahnya. Karena orang cantik akan melahirkan keturunan yang cantik pula. Karena melahirkan keturunan yang cantik maka pertanda buruk di rumahnya. Rumahnya yang tak sudi disinari purnama.

****
Kantor KM, 02 Juli 2019