Tulisan ini bukanlah doktrin dengan ancaman dan reward sebagai marketingnya. Sama seperti reward reward yang menjadi jaminan ketika saat doktrinasi sebuah ideologi pada kaum tertentu. Namun tulisan ini hanya dongeng perenungan belaka. Sehingga tidak perlu Anda takuti jika nanti misalkan menemukan hal yang berseberangan dengan mindset Anda.  Terlebih jika Anda telah radikal akibat kebanyakan doktrin dari luar bawah sadar Anda.

 Saya mulai dengan cerita sebentar.

Turunnya Adam kebumi menjadi hal yang membuat Adam sadar bahwa ia telah berdosa. Akibat itu Adam memohon maaf kepada Allah sebagai Tuhannya. Spekulasi itu dikarenakan terdapat noda yang ia rasakan sehingga harus membersihkan dengan cara penetrasi jiwa yang ternodai. Ya.. Saya menganggap jiwa perlu untuk dipenetrasi. Perlu untuk direset ke pengaturan semula. Dan bagi Adam, caranya adalah memohon ampunan kepada Tuhannya.

Kisah Ini secara Rasional tentu bisa menjadi perundingan.  Misalkan dari kisah tersebut, pelajaran kasat mata yang bisa diambil adalah bagaimana memaknai maksud Tuhan dengan skenario ini.  Seandainya Tuhan mengingnkan Adam dan generasi berikutnya tinggal di surga sudah jelas Tuhan berkuasa untuk itu. Dan misalkan tuhan tidak menghukum manusia dengan cara tinggal dibumi sudah jelas pula bahwa tuhan kuasa atas itu. Nah dari ini manusia berspekulasi,  mentafsiri dan membuat interpretasi. Dan setiap interpretasi final dengan konteks apapun, apakah adam dihukum di surga atau duhukum diluar surga,  kesimpulan nya tetap Tuhan Maha Bijaksana.

Hal yang demikian adalah Dogma. Yakni kebenaran mutlak yang tidak bisa dinego lagi. Berbeda dengan kasus kita akhir akhir ini. Cenderung absurb. Dan saya tidak perlu mencontohkan keabsurban yang ada. Itu bedanya antara mana yang isu politik dan mana yang dogma, jangan sampai tertukar.

Secara prinsip beberapa ilmu tentang manusia menyepakati dua hal. Bahwa manusia terdiri dari jasad dan ruh. Atau jasmani dan ruhani. Literasi kristenpun demikian bahkan Agama Ardi seperti Budha pun demikian tapi bahasanya saja yang berbeda.  Termasuk Agama Adam yang secara harfiyah menjadi Islam, Agama yang diridhai oleh Allah.

Nah,  pembeda antara kedua prinsip manusia yakni ruhani dan jasmani,  memiliki kaitan erat Kisah Adam dan motologi serta interpreasinya.  Secara universal kejadian Adam tidak hanya diyakini sebagai aktifitas tuhan dan mahluknya. melainkan siklus kehidupan, seperti siklus kehidupan mistis berubah menjadi logos (ilmiah) dan bahkan berganti lebih mainstream yakni post modernisme. Sehingga klaim manusia berbeda dalam melihat konteks Adam.

Jasmani dan ruhani sama sama hidup dengan latar belakang dan kecenderungan yang signifikan berbeda.  Dalam pemahaman orang islam terdapat penciptaan manusia dari versi yang berbeda pula. Istilah manusia diciptakan dengan tanah cukup dari awal penciptaan manusia yaitu Adam,  namun bagi keturunannya terdapat versi lain yaitu dari sperma.

Dengan dogma ‘ Tuhan Maha Besar ‘, berkembangnya ilmu kedokteran kemudian terdapat koherensi dengan apa yang ada di Al Quran menjadi salah satu bukti kebesaran Tuhan. Secara historis Muahmmad sebagai penghubung antara Wahyu dengan manusia, ilmu anatomi manusia belum muncul waktu itu, kedokteran baru berkembang di Andalusia dengan tokoh muslim sebagai pelopornya.  Seperti Ibn Sina.

Begitupula ruhani. Ruhani bukan lagi datang dari bumi, ia memiliki latar belakang dengan penciptaan dari langit. Pada umur 40 hari dalam kandungan baru ia turun dan ditiupkan oleh Allah kepada jasmani manusia,  ya kira kira seperti itu dalam pembahasan Imam Al Ghazali.

Yang cukup saya simpulkan yakni manusia memiliki 2 latar belakang kehidupan dan corak yang berbeda. Itu cukup

Kembali ke konteks Adam,  Tuhan ingin mengajarjan satu hal bahwa sesuatu yang berasal dari bumi memiliki kecenderungan untuk menyenangi sesuatu yang berasal dari bumi pula. Dan tentu sebaliknya seperi ruhani manusia.