Ini hari minggu. Waktu dimana para keluarga berkumpul lebih hangat dan bisa jadi, tempat (baca: warung) kopi buka lebih pagi. Dan saya doakan semoga keluarga siapa pun, masih dalam keadaan sehat hingga siang ini.

Saya pun begitu, karena hari minggu libur kerja, dan adik-adik tidak lagi sekolah, kesempatan berkumpul untuk keluarga lebih banyak, walau sekadar cerita-cerita soal pembuatan kue dan hingga sampai mana pelajaran matematika si bungsu.

Harapannya, bukan hanya hari minggu, sepanjang hari adalah hari baik untuk setiap doa-doa keluarga.

Tetapi, bahwa ada kenyataan yang cukup pahit saat ini. Seperti yang terjadi di Ukraina, dan ini adalah hari ketiga semenjak Rusia menyatakan operasi militernya untuk “perlindungan warganya” yang sudah delapan tahun berada di Ukraina, klaim presiden Rusia. Saat ini bahwa Ibukota Ukraina, Kiev, sudah berada di bawah tembakan rudal Rusia, tetapi tetap berada di tangan pemerintah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Ini tentu bukanlah hari minggu yang diharapkan, tetapi dicemaskan. Keluarga adalah hal yang paling diperhitungkan dan sangat mungkin hanya lah satu-satunya yang paling dipikirkan. Bukan liburan dan hidangan kopi di depan tivi.

Saya tidak bisa membayangkan minggu pagi dengan matahari yang tak begitu terang bersinar di tanah Ukraina, lebih terang ledakan di atas atap-atap rumah warga, mesiu terdengar dimana-mana dengan ketakutan yang semakin membuat siapa pun di luar peperangan itu menggelengkan kepala. Para pria, bercelana jeans dan sepatu olahraga, mengambil posisi. Tanpa perlengkapan perlindungan seperti yang digunakan dalam kondisi krisis. Penghalang-penghalang jalan darurat dipasang dan traktor, truk pengiriman diparkir di sudut-sudut strategis untuk memblokir jalur penyerangan masuk. Di kota lainnya, para pekerja baja memasang penghalang baru, dan menempa pertahanan mereka sendiri. Sementara para pekerja di pabrik jahit yang biasa menjahit seragam telah membuat karung pasir. Pertaruhannya adalah nyawa-nyawa.

Saya menuliskan ini sebagai rasa ketidaknyamanan sebagai manusia melihat peperangan yang terjadi. Presiden Ukraina yang menyatakan diri untuk tidak menginginkan perang, untuk tidak terjadi pertumbangan banyak nyawa, tidak digubris oleh presiden Rusia dan senjata, bom dan ledakan masih terjadi tanpa henti. Sedangkan negara lain telah menjatuhkan sanksi keras akan hal itu.

Sebagai manusia yang tidak melihat kepentingan atas peperangan itu, pasti menginginkan perang dihentikan. Atas dasar kemanusiaan, setiap orang terpukul melihat warga sipil yang nyawanya terancam, meskipun tak ada hubungan darah sama sekali.

Maka dari itu doa-doa untuk keluarga ingin rasanya semakin diperkhitmad. Mengingat dunia sedang berduka atas apa yang menimpa tetangga kita. Dan perdamaian segera terjadi dalam kurun dekat ini.

Jangan lupa untuk sebuah seduhan kopi di hari minggu bersama yang tercinta dan semoga keluargamu sehat dan selalu memperoleh kebahagiaan.

Kamar, 27 Februari 2022