Ketika hendak mengelap gelas yang berdebu itu, kubilang “jangan!” kau tak mengerti. Saat kau ingin menurunkan lukisan yang kacanya telah buram itu, kubilang “jangan!” masih saja, kau belum mengerti.
Susah rasanya memberikan pengertian terhadap orang
yang tidak pernah melewatinya. Kata-kata terlalu lemah. Kenangan setiap orang
terlalu mahal jika hanya ditebus dengan kata ‘minta maaf’ atau ‘terima kasih’.
Kantor PCNU Pamekasan, 20 Februari 2020
0 Comments