Matanya sendu. Seperti ada obat tidur keluar dari bulatan hitamnya. Membuat siapapun yang menatap, mengantuk, segera ke kasur, berbaring bersamanya. Jika ia tersenyum manis seperti madu, garis bibir yang ditarik sedikit saja menyisakan lesung sedalam dua inci di pipi kirinya. Jangan terlalu lama. Kasihan. Karena bisa membuatmu geram sendiri melihatnya. Kau bergidik, membayangkan menciumnya.

Mudah sekali menemukan gadis bermata sendu itu. Pergilah ke rumah kosong di perbatasan hutan. Seorang perempuan jelita pastilah termenung sendirian. Kadang duduk, kadang tengkurap. Kadang ketahuan sedang tidak mengenakan baju luar. Kadang ketahuan sedang tidak pakai sarung. Ia tidak pernah berhijab apalagi. Jika kau mampir, cukup bilang "hai" maka, dia menoleh dan tersenyum. Pastilah kau geram. Bahkan tidak ada orang yang bilang "hai" sekali pun, dia selalu tersenyum. Bahkan dia wanita yang paling sering tersenyum dari wanita normal.

Tanyakan saja ke orang siapa namanya. Pastilah orang menjawab, "oh si cantik yang gila."

Kabar Madura, 31 Maret 2020