"Hai, Bangun!"
"Hai...."
Aku mendengar suara itu berkali-kali. Dari ruangan yang tak kukenal. Gelap. Hanya dinding kekuning-kuningan, yang sisi-sisinya retak sebagian. Terpampang satu jam bundar seukuran piring tidak berputar, satu televisi kecil tua menatapku menakutkan. Kamar ini miliki siapa, suara itu datang dari siapa, dan aku ada dimana. Aku seperti berada di kehidupan tidak berwaktu dan tempat adalah asing seketika. Di kamar tanpa jendela ini, aku hanya diam, duduk atau tidur. Sesekali kupegang kepala. Ada rasa sakit cukup dalam, seperti baru saja dilempari batu, tetapi tak berdarah.
"Rima disini"
"Rima bangunlah!"
"Rima..."
"Rima siapa?"
"Kamu siapa?"
"Aku dimana?"
"Kamu disini, sama ibu"
Wanita yang mengaku ibuku itu memelukku sambil menangis.
Rumah, 28 Maret 2020

0 Comments