Aku tidak mahir menyembunyikan diri.
Berlama-lama dengan ombak yang lebih sering menghantam karang 
dari pada sebuah kedamaian.

Kedamian...
Hanyalah ujung dari harapan manusia.
Kau perlu memeluk penderitaan yang lebih besar. Dan
dunia menjadi tidak lebih besar
dari lubang kunci kamarmu.
Di waktu kapanpun, kau bisa masuk
dan untuk tak keluar lagi.

Kedamaian bisa ditemukan melalui
setangkai bunga dan gugusan bintang,
yang kau ciptakan dari imajinasimu,
Lalu dengan begitu,
kau semakin paham bahwa dunia ini
hanyalah persimpangan. Seperti halte.

Sendiri...
Sunyi...
Tak pasti.

Aku berdiri,
di perbatasan antara kehidupan dan kematian.
Tiada hal yang bisa diingat, kecuali
sebuah surga dari mata seorang Hawa,
yang dalam yang hangat
yang tajam yang damai,
yang tetap membekas,
saat dunia menutup matanya.

Rumah, 31 Oktober 2019