Tepat satu jam lagi, Indonesia akan genap berumur 73 tahun terhitung dari proklamasi Soekarno silam. Bagaikan seorang kekasih yang menunggu tanggal ulang tahun pacarnya, ia rela menunggu di jam 12 malam, untuk membuktikan bahwa orang pertama yang ingat, dan mengucapkan 'happy birthday' adalah dia, seorang kekasih dengan cinta yang tulus didadanya.

Saat ini, tentu ada banyak orang yang sedang menunggu jam itu, untuk pertiwi, yang sangat kita cintai. Ia bagaikan ruh bagi kita semua, nyawa yang telah menyatukan semua kulit, semua keyakinan dan semua keanekaragaman bahasa. Di tanah ini, tanah air ini, menjadi alasan semua, alasan kita, seluruh penghuni tanah air ini, untuk bersama sama, menyanyikan lagu Indonesia dengan hati dan kepala menengadah keatas, memandang bendera.

Terkadang rasa cinta ini tak bisa dibendung. Ada perasaan yang sangat dalam. Hingga perlahan, air mata bercucuran, di terik matahari, untuk bersama sama memperingati kemerdekaan ini, dengan upacara dan lagu kebangsaan.

Kita mencintai tanah ini. Seluruh tumpah darah, kita korbankan untuk tanah ini. Hingga kapanpun, tanpa darah dan tumpahan nyawa, Indonesia tak akan pernah ada. Kita tak akan mengenal republik ini, tak akan bersatu jejeran pulau di peta peta. Dan tak akan pernah ada garis, di khatulistiwa dengan demokrasi, dan ideologi Pancasila sebagai pondasinya.

Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-73, Indonesia Sejahtera, Indonesia Jaya.