Ketika Akhir 2004, Aceh dilanda Tsunami berskala 9.1 dan pelan-pelan menggulung wilayah barat daya Sumatera itu dengan isak tangis sejarah dan rasa yang sangat dalam dan dirasakan oleh semua orang, termasuk wilayah Eropa dan Amerika.
Seperti yang dikatakan Jurnalis AS Kira Kay, yang menuliskan pengalamannya ketika tiba di Banda Aceh setelah tsunami: "Mayat-mayat bergelimpangan, terkubur di bawah reruntuhan. Lalu mayat-mayat itu diangkut dengan truk ke lokasi penguburan massal. Bau mayat menyengat".
Ada sekitar 130.000 jiwa meninggal. Angka yang sangat tinggi lenyapnya nyawa sebagai wujud kemanusiaan. Bagaimana tidak, kejadian yang terjadi 14 tahun silam itu, menempati posisi terparah dalam bencana tsunami terbesar sedunia, yang kemudian Khao Lak di Thailand dan sebagian Sri Lanka dan India.
Saya ingat persis putaran video dalam kejadian itu. Dengan sedikit memejamkan mata, ketinggian air yang melanda wilayah itu sekurang kurangnya mencapai 10 meter. Bagaimana tidak, bangunan bangunan dimakan habis dalam hitungan jam. Begitu dalam.
Saat ini, Aceh mengalami perubahan setelah 10 tahun lalu, Bantuan internasional yang berdatangan ke Aceh membuka peluang bagi masyarakat membangun kembali kawasannya dengan lebih baik. Tahun 2005, perundingan antara pemerintah Indonesia dan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menghasilkan kesepakatan damai, setelah ada mediasi dari Eropa.
Dengan perubahan perubahan setiap tahunnya, Aceh telah direnovasi ulang menjadi lebih baik. Dan semoga perubahan ini, tidak hanya terjadi secara fisik belaka, namun tersimpan spirit untuk menjadi kebanggan bersama.
Salam Sukses Sejahtera
Oleh Mohammad Faiq
Seperti yang dikatakan Jurnalis AS Kira Kay, yang menuliskan pengalamannya ketika tiba di Banda Aceh setelah tsunami: "Mayat-mayat bergelimpangan, terkubur di bawah reruntuhan. Lalu mayat-mayat itu diangkut dengan truk ke lokasi penguburan massal. Bau mayat menyengat".
Ada sekitar 130.000 jiwa meninggal. Angka yang sangat tinggi lenyapnya nyawa sebagai wujud kemanusiaan. Bagaimana tidak, kejadian yang terjadi 14 tahun silam itu, menempati posisi terparah dalam bencana tsunami terbesar sedunia, yang kemudian Khao Lak di Thailand dan sebagian Sri Lanka dan India.
Saya ingat persis putaran video dalam kejadian itu. Dengan sedikit memejamkan mata, ketinggian air yang melanda wilayah itu sekurang kurangnya mencapai 10 meter. Bagaimana tidak, bangunan bangunan dimakan habis dalam hitungan jam. Begitu dalam.
Saat ini, Aceh mengalami perubahan setelah 10 tahun lalu, Bantuan internasional yang berdatangan ke Aceh membuka peluang bagi masyarakat membangun kembali kawasannya dengan lebih baik. Tahun 2005, perundingan antara pemerintah Indonesia dan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menghasilkan kesepakatan damai, setelah ada mediasi dari Eropa.
Dengan perubahan perubahan setiap tahunnya, Aceh telah direnovasi ulang menjadi lebih baik. Dan semoga perubahan ini, tidak hanya terjadi secara fisik belaka, namun tersimpan spirit untuk menjadi kebanggan bersama.
Salam Sukses Sejahtera
Oleh Mohammad Faiq
0 Comments