Kau cepat sekali berubah. Padahal, mungkin lagu kita tetaplah sama, atau gantungan kunci kita masih yang dulu, dan mungkin juga aku masih ingat warna atau masakan kesukaan mu. Tapi mengapa kamu terlalu cepat berubah. Akupun hanya sesekali meratapinya sambil tersenyum dan mengganggap: oh ini adalah garis tangan.

Aku tak paham betul perkara hubungan. Hubungan yang dimaksud adalah hubungan kekasih. Yang aku pahami bahwa, hubungan kekasih itu adalah sesuatu yang melibatkan antara aku dan kamu. Bukan aku saja, dan bukan kamu saja, cukup dengan aku bersama kamu.

Aku paham betul suara ketika kamu menelpon. Aku sangat bisa membedakan antara suaramu dan suara wanita lain, meskipun berpuluh tahun lamanya kau tak menelponku. Aku juga tau persis lagu kesukaanmu. Berduaan sambil menyanyikan lagu itu sembari tertawa karena ternyata suara kita fals, dan kuncinya berantakan. Begitu ramai suara tawa kita, sekalipun dalam keheningan di waktu malam.

Hinggga sejak itulah kita sepakat warna baju kita sama, atau sekedar parfum kita mudah diingat satu sama lain. Kita saling memperhatikan, kita bersama setiap saat. Aku melihat sekilas, ini adalah hal yang menjijikkan bagi orang yang tak pernah melaluinya, tapi justru mereka akan paham setelah mereka memiliki kekasih dan mengajaknya jalan jalan walau cuma satu kali setiap Minggu sore.

Suatu saat, kau berkata kepadaku, ketika hubungan itu dilanda badai yang cukup besar, hingga membuat gundah dan menjadi pasang surut, itu adalah cara alam menguji seberapa dalamnya lautan asmara antara kita. Kau mengatakan itu, tepat ketika aku melakukan kesalahan kesekian kalinya kepadamu. Tapi apakah laut akan meninggalkan pantai, apakah laut tega meninggalkan pantai sendirian. Aku percaya, laut akan tetap kembali, meskipun pantai penuh dengan jejak kaki dan sampah murahan.

Hingga tiba titik dimana semuanya terjadi, ada badai datang, menerjang, dan menyakitkan. Aku gelap, tak bisa melihat, sesekali tergelincir akibat ulah yang kuperbuat. Rupanya, kisah cinta Romeo dan Juliet, hanya berhenti di adegan film yang  berharap mendapatkan pemirsa yang banyak. Akupun sudah tak ingat nasehatmu dulu, tentang badai, tentang cara mempertahankan.

Akhirnya, akupun sadar. Bahwa mencintai adalah garis tangan Tuhan. Pengertian itu menjawab semua keluh kesahku atas dirimu, termasuk pertanyaan ku tentang begitu cepatnya kamu untuk berubah dariku. Padahal mungkin, dua bulan lalu, gantungan kunci dan warna kesukaan kita masih sama.