Kajian ini tidak sejorok judul di atas. Dan kajian ini tidak membahas tentang asal muasal toilet dengan model model yang cukup varian seperti di kamar mandi kalian. Toilet itu hanyalah nama sebuah komunitas yang bergerak di bidang kajian dan pemikiran. Jauh sekali bukan dengan nama toilet yang sering kita asumsikan sebagai tempat manusia berak secara normal.

Sayapun menghadiri kajian dengan nama jorok ini semalam. Saya menemukan sesuatu yang berbeda di dalamnya. Orang-orang nya, pembahasannya, dan yang paling saya suka, suasana kajiannya yang seolah oleh satu sama lain tau kejelekan pribadinya dan dibahas di sebuah forum yang terdiri dan peserta dan moderator itu. Bikin ngakak, serta menimbulkan iri dan dengki.

Tapi tidak, orang orang yang mengikuti kajian ini, memiliki daya kritis yang melebihi rata-rata. Selain itu, yang terpenting adalah kita serasa seperti keluarga. Yang menyempatkan waktu di tengah kesibukan yang lain, demi berkumpul selama kurang lebih satu 2 jam, hanya untuk tertawa dan terbahak bahak melebihi terapi dengan harga yang lumayan mahal. Ya dari pada kebanyakan mahasiswa yang lain mungkin, yang kerjaannya adalah tidur tiduran sambil main gudget seperti orang yang kelebihan waktu dan kelebihan uang.

Kita terdiri hanya sekitar 5 - 9 orang, dengan profesi sebagai mahasiswa tentunya. Yang diluar itu, ada banyak kesibukan yang masing masing kita miliki. Aktifis, Jurnalis, pembisnis, Penulis, dan bahkan musisi dan seorang designer murahan. Kita menyatu, menjadi satu dalam satu waktu, menghilangkan status diluar itu, dimana profesi adalah sesuatu yang tidak penting dari pada kebersamaan yang melebihi keluarga seperti di toilet ini.

Saya berharap, kajian ini mendapatkan perhatian dari orang orang. Sudah saatnya, orang orang tidak hanya mencari sesuatu yang berada di sekitar kita. Kita harus mencari sesuatu yang belum ada di sekitar kita. Mungkin, kajian seperti ini sangat sedikit penggemarnya karena manfaat kajian, dirasa belum melekat di lingkungan kita. Kalian harus menunggu budaya kajian menjadi terkenal dulu, baru kalian akan mengikutinya, atau kalian menunggu budaya kritis menjadi kebanggaan dulu, baru kalian akan masuk kedalamnya. Kalian adalah tipikal pengikut yang sukanya menilai sesuatu atas dasar popularitas yang harus trending di pembicaraan orang orang

Saya mengajak kalian mengikuti kajian, kajian apapun tentunya. Supaya mungkin lambat laut orang orang tidak selalu berpikir tentang apa yang melekat pada kita, lewat busana dan passionnya.

Salam Toiletisasi
Tongkrongan Elit Intelektual