Saya berterima kasih kepada Tuhan, karena masih bisa hidup sampai hari ini. Biasanya saya menulis tentang Isu Politik, Isu Pemilihan Presiden. Tapi di hari Minggu saya tak mau terusik dengan itu semua, dan memilih mengurung diri sambil sesekali memutar lagu Muse dan Iwan Fals.
Minggu saya serasa kurang nikmat jika terus menerus diisi dengan isu Politik berkepanjangan antara Jokowi-Prabowo. Lebih baik kalian mengajak adeknya jalan jalan meski hanya ke taman kota, atau memilih ke rumah neneknya, yang mungkin kesempatan kesana hanya saat lebaran setahun sekali.
Di hari Minggu, sebagian orang memutuskan untuk tidur sepanjang hari, sebagai bentuk pembalasan dari pekerjaan melelahkan selama sepekan, meskipun tak semua perusahaan libur waktu itu. Atau memilih untuk jalan jalan bersama beberapa teman dekat sebagai cara mewarnai hidup yang penat karena sibuk ngerjain tugas dan jadwal kuliah. Dan ada pula yang masih bekerja di hari minggu sesuai dengan jam kerjanya, karena sistem libur yang berbeda, seperti pegawai toko atau penjaga SPBU.
Tentu, di hari itu, transportasi tak terlalu padat dan tempat wisatapun bertambah ramai pengunjung. Ada seorang pemuda dengan kekasihnya, atau ibu bersama kedua anak anaknya yang lucu, atau bahkan pasangan yang sudah lansia sambil jalan-jalan di taman mengalahkan anak anak muda dari gaya dan penampilannya, saking romantis dan mesranya.
Yaa, semua hampir bahagia di hari Minggu. Dengan pakaian kasual bertema Summer, serta celana pendek berwarna cerah, memberikan suatu sinyal tentang isi hati seseorang. Ya, kalian seharusnya paham, hari Minggu adalah sebagai sinyal atau tanda untuk mengetahui isi hati seseorang, meskipun hanya lewat busana dan musik jazz di airphonenya.
Tapi tidak, dengan sedikit mengangkat bahu, isi hati seorang tidak selamanya bisa ditaksir melalui cara berbusana. Siapa tahu ibu yang ceria itu sedang bingung mencari uang karena ingin mengirim anaknya di pondok, atau bapak bapak pekerja bangunan, yang sudah lama tak bekerja karena tak ada rumah orang untuk diperbaiki. Dan, ataupun juga para politisi yang saat ini harus bekerja keras demi kedua calon presiden nanti.
Tentang politik, tadi saya tak sengaja membuka berita online dan segera menutupnya kembali, karena saya geli melihat netizen yang cara menyajikan beritanya masih terlihat lebai, ya sebuah berita yang hanya membicarakan gaya kemeja terbarunya Jokowi-Ma'ruf.
Gaya kemeja, cara berbusana, bukanlah suatu hal yang menunjukkan isi hati seseorang.
Salam Sukses Sejahtera
Oleh Mohammad Faiq
Minggu saya serasa kurang nikmat jika terus menerus diisi dengan isu Politik berkepanjangan antara Jokowi-Prabowo. Lebih baik kalian mengajak adeknya jalan jalan meski hanya ke taman kota, atau memilih ke rumah neneknya, yang mungkin kesempatan kesana hanya saat lebaran setahun sekali.
Di hari Minggu, sebagian orang memutuskan untuk tidur sepanjang hari, sebagai bentuk pembalasan dari pekerjaan melelahkan selama sepekan, meskipun tak semua perusahaan libur waktu itu. Atau memilih untuk jalan jalan bersama beberapa teman dekat sebagai cara mewarnai hidup yang penat karena sibuk ngerjain tugas dan jadwal kuliah. Dan ada pula yang masih bekerja di hari minggu sesuai dengan jam kerjanya, karena sistem libur yang berbeda, seperti pegawai toko atau penjaga SPBU.
Tentu, di hari itu, transportasi tak terlalu padat dan tempat wisatapun bertambah ramai pengunjung. Ada seorang pemuda dengan kekasihnya, atau ibu bersama kedua anak anaknya yang lucu, atau bahkan pasangan yang sudah lansia sambil jalan-jalan di taman mengalahkan anak anak muda dari gaya dan penampilannya, saking romantis dan mesranya.
Yaa, semua hampir bahagia di hari Minggu. Dengan pakaian kasual bertema Summer, serta celana pendek berwarna cerah, memberikan suatu sinyal tentang isi hati seseorang. Ya, kalian seharusnya paham, hari Minggu adalah sebagai sinyal atau tanda untuk mengetahui isi hati seseorang, meskipun hanya lewat busana dan musik jazz di airphonenya.
Tapi tidak, dengan sedikit mengangkat bahu, isi hati seorang tidak selamanya bisa ditaksir melalui cara berbusana. Siapa tahu ibu yang ceria itu sedang bingung mencari uang karena ingin mengirim anaknya di pondok, atau bapak bapak pekerja bangunan, yang sudah lama tak bekerja karena tak ada rumah orang untuk diperbaiki. Dan, ataupun juga para politisi yang saat ini harus bekerja keras demi kedua calon presiden nanti.
Tentang politik, tadi saya tak sengaja membuka berita online dan segera menutupnya kembali, karena saya geli melihat netizen yang cara menyajikan beritanya masih terlihat lebai, ya sebuah berita yang hanya membicarakan gaya kemeja terbarunya Jokowi-Ma'ruf.
Gaya kemeja, cara berbusana, bukanlah suatu hal yang menunjukkan isi hati seseorang.
Salam Sukses Sejahtera
Oleh Mohammad Faiq
0 Comments