Kemaren aku ke salah satu rumah bersama ibu dan adeku yang telah sekolah di bangku SMP. Ibu begitu getolnya memaksa kami berdua untuk ke rumah tersebut seolah olah rumah itu dipenuhi dengan sejarah sejarah, yang berhubungan dengan warisan keluarga kami, saking ngotot nya mungkin.

Ya kamipun siap siap, kemudian pergi dan akhirnya sampai di tujuan kita. Sebuah rumah dengan atap berwarna hijau bersebelahan dengan musholla dan taman taman. Rumah kecil yang tak terlalu jauh itu memang belum pernah kami, aku dan adek, kunjungi sebelumnya. Ya Hanya saat itu pula.

Pada saat aku turun dari motor, tiba tiba seorang nenek berkebaya datang, kemudian begitu hangatnya merangkul ibuku. Dia sumringah, dia tersenyum seolah mendapati sesuatu datang yang telah hilang bertahun-tahun lamanya. Persis seperti kalian melihat teman SD.

Aku pun mencium tangan nenek ini. Dia melihat aku, dia melihat ibuku. Membandingkan dan mengatakan, 'ini Faiq'. Aku tersenyum saat namaku dikenali oleh seorang yang tak aku kenali. Aku mengangguk sebagai sebuah konfirmasi.

Setelah cukup lama berbasa basi sambil berdiri itu, aku dikasih tahu bahwa ia adalah nenekku. 20 tahun aku baru melihatnya, aku tidak tau siapa yang harus disalahkan. Kemudian, berdatangan orang orang secara bergantian dari pintu masuk, ada anak-anak, ada yang remaja, ada pula yang sudah dewasa. Bermunculan, begitu banyak, dan mereka bersalaman kepada kita, ya kita yang adalah tamu sekaligus sanak familinya.

Aku senang dengan pertemuan ini, ternyata aku memiliki banyak saudara, sepupu dan famili yang beragam. Kutanyakan persatu ada yang di bangku TK, sedang kuliah dan bahkan telah mempunyai anak. Kami bertemu untuk pertama kalinya, dan tukeran nama untuk yang pertama kalinya pula

Ada hal unik dari penjamuan ini, aku melihat beberapa atau bahkan sebagian banyak, baju yang dipakai mereka, itu milikku, milik adekku. Yaa aku ingat persis. Baju dengan bertuliskan Panji itu aku kenakan dulu pas saat aku TK. Sarung itu, aku tak tau sudah berapa kali dijahit. Dan banyak pakaian pakaianku yang melekat di badan mereka. Dan itu membuat aku senang.

Punya adek perempuankupun demikian, ia berbisik pelan pelan bahwa kerudung cokelat bunga bunga itu adalah miliknya, serta baju  dengan sedikit ornamen burung yang melekat di bagian belakang, itupun miliknya. Dan diapun terlihat senang.

Dari ini kita bisa belajar, terkadang hal paling bahagia dalam diri kita ialah mempunyai kesempatan untuk 'memberi', kepada siapapun, termasuk teman atau keluarga. Aku ucapkan Terimakasih ibu, dari pertemuan ini, bukan hanya silaturahmi yang kami peroleh, melainkan reuni bersama pakaian pakaian yang telah usang

Salam Sukses Sejahtera
Oleh Mohammad Faiq