Minggu, hari dimana orang-orang meluangkan waktu untuk keluarga, untuk pacarnya dan untuk bermanja-manja. Tempat tempatpun menjadi ramai tidak seperti biasanya, dikunjungi orang-orang dengan anak dan istrinya, seperti tempat hiburan, tempat belanja dan bahkan pemakaman tokoh bangsawan misalnya.
Sebuah hari yang tidak boleh lagi disita oleh pekerjaan, pelajaran atau bahkan perkembangan politik kita. Orang orang memilih untuk mengenakan baju pantai dan kemeja ringan untuk keluar rumah, dari pada harus mengenakan baju kantor atau seragam pegawai di hari itu. Sangat melelahkan bukan jika tiap hari kalian harus dihadapkan dengan deadline dan client yang kadang-kadang proposalnya tidak lengkap.
Sayapun demikian, di Minggu ini, tak ada lagi kegiatan seputar organisasi atau bahkan kampus. Bukan tidak punya materi yang ingin dipikirkan, tapi memilih untuk berhenti dan ingin melanjutkan esok Senin. Ibarat playlist lagu, kemudian memutuskan untuk menekan pause sebelum lagunya rampung dan melanjutkan lagi dihari selain Minggu.
Kalian pun sama, ketika keluarga menjadi alasan buat hari minggu. Atau ketika menolak untuk menghadiri rapat di hari Minggu. Atau bahkan ketika disuruh mencari jadwal pelajaran untuk hari Seninnya. Itu adalah bentuk bagaimana cara tubuh kita mengistirahatkan meskipun hanya dengan minum kopi dengan lagu summer sambil selonjoran dibawah naungnya pohon bambu. Asoy melebihi angin kencang di pantai Utara.
Otak manusia yang katanya serba terbatas ini, memilih untuk tidak dimasuki kegiatan atau bahkan berita berita yang tergolong berat. Isu politik misalnya, kenaikan kurs rupiah, atau bahkan meninggalnya para penumpang kapal kapal dimana-mana. Itu adalah sesuatu yang terlalu berat untuk diterima di hari Minggu. Sehingga menjadi alasan mengapa banyak Chanel televisi yang berisikan acara talk show dan kartun kartun yang sangat lucu bagi anak-anak bersekolah SD dengan permen dan layangan sebagai kesibukannya.
Hampir semua Chanel di televisi menayangkan animasi dan acara keluarga yang lain, bahkan Indosiar tak pernah henti sampai menjelang duhur masih seputar kartun. Oleh karena itu, anak anak memilih tinggal dirumah, menonton tv dan memilih tinggal dirumah disaat semua orang termasuk ayah, ibu dan paman pamannya sedang libur. Nah itulah alasan mengapa Minggu disebut Hari Keluarga, Hari buat keluarga.
Apapun yang menjadi pekerjaan dan profesi kita, keluarga adalah satu satunya alasan untuk itu. Kerja, karir, pendidikan dan bahkan reputasi adalah hal yang intinya untuk keluarga. Jika kalian tak mempunyai keluarga. Anda termasuk orang termiskin di dunia ini. Sekaya atau setinggi apapun jabatan anda, ya tetap, anda masih masuk dalam kategori termiskin yang pernah ada. Maka dari itu, di Minggu dengan cuaca sedikit cerah ini, luangkan waktu sejenak buat adek atau bahkan nenek kakek kalian walau sekedar jalan jalan pagi atau memotong rumput di halaman belakang.
Salam Sukses Sejahtera
By: Mohammad Faiq
Sebuah hari yang tidak boleh lagi disita oleh pekerjaan, pelajaran atau bahkan perkembangan politik kita. Orang orang memilih untuk mengenakan baju pantai dan kemeja ringan untuk keluar rumah, dari pada harus mengenakan baju kantor atau seragam pegawai di hari itu. Sangat melelahkan bukan jika tiap hari kalian harus dihadapkan dengan deadline dan client yang kadang-kadang proposalnya tidak lengkap.
Sayapun demikian, di Minggu ini, tak ada lagi kegiatan seputar organisasi atau bahkan kampus. Bukan tidak punya materi yang ingin dipikirkan, tapi memilih untuk berhenti dan ingin melanjutkan esok Senin. Ibarat playlist lagu, kemudian memutuskan untuk menekan pause sebelum lagunya rampung dan melanjutkan lagi dihari selain Minggu.
Kalian pun sama, ketika keluarga menjadi alasan buat hari minggu. Atau ketika menolak untuk menghadiri rapat di hari Minggu. Atau bahkan ketika disuruh mencari jadwal pelajaran untuk hari Seninnya. Itu adalah bentuk bagaimana cara tubuh kita mengistirahatkan meskipun hanya dengan minum kopi dengan lagu summer sambil selonjoran dibawah naungnya pohon bambu. Asoy melebihi angin kencang di pantai Utara.
Otak manusia yang katanya serba terbatas ini, memilih untuk tidak dimasuki kegiatan atau bahkan berita berita yang tergolong berat. Isu politik misalnya, kenaikan kurs rupiah, atau bahkan meninggalnya para penumpang kapal kapal dimana-mana. Itu adalah sesuatu yang terlalu berat untuk diterima di hari Minggu. Sehingga menjadi alasan mengapa banyak Chanel televisi yang berisikan acara talk show dan kartun kartun yang sangat lucu bagi anak-anak bersekolah SD dengan permen dan layangan sebagai kesibukannya.
Hampir semua Chanel di televisi menayangkan animasi dan acara keluarga yang lain, bahkan Indosiar tak pernah henti sampai menjelang duhur masih seputar kartun. Oleh karena itu, anak anak memilih tinggal dirumah, menonton tv dan memilih tinggal dirumah disaat semua orang termasuk ayah, ibu dan paman pamannya sedang libur. Nah itulah alasan mengapa Minggu disebut Hari Keluarga, Hari buat keluarga.
Apapun yang menjadi pekerjaan dan profesi kita, keluarga adalah satu satunya alasan untuk itu. Kerja, karir, pendidikan dan bahkan reputasi adalah hal yang intinya untuk keluarga. Jika kalian tak mempunyai keluarga. Anda termasuk orang termiskin di dunia ini. Sekaya atau setinggi apapun jabatan anda, ya tetap, anda masih masuk dalam kategori termiskin yang pernah ada. Maka dari itu, di Minggu dengan cuaca sedikit cerah ini, luangkan waktu sejenak buat adek atau bahkan nenek kakek kalian walau sekedar jalan jalan pagi atau memotong rumput di halaman belakang.
Salam Sukses Sejahtera
By: Mohammad Faiq
0 Comments