Kemaren sudah Senin, hari dimana orang-orang memulai aktifitas kantor setelah weekend bersama keluarga, pacar dan teman-teman nya. Sayapun demikian, saya baru saja pulang dari Mojokerto, sebuah tempat yang bernama Trawas itu menjadi pilihan teman-teman untuk mengadakan pertemuan organisasi. Ya tempat dengan pegunungan dan air terjun tersebut juga menjadi tempat weekend kita di awal Juli ini.
Saya melihat, banyak sekali orang-orang yang mengunjungi tempat ini. Tempat dengan kemah-kemah terpasang dengan cuaca yang sangat dingin. Ada yang berasal dari Jawa tengah, sumatera, Bali dan bahkan kebangsaan kulit putih. Berombongan bersamaan dalam tempat yang sama. Saya tidak tau persis tujuan mereka apa kesini. Apakah tentang organisasi, pekerjaan atau keluarga. Yang bisa saya temui dari alasan mereka kesini pasti karena keindahan tempat ini. Sama dengan alasan saya setelah saya bertanya kepada ketua organisasi.
Saya tiba di tempat Sabtu malam, dengan tiket 20 ribu sudah cukup untuk jalan-jalan sepanjang tempat yang indahnya murni dari alam. Kemudian saya datang menghampiri teman teman dengan tenda telah terpasang dan api sudah dinyalakan. Saya langsung memperkenalkan diri, menunjukkan alamat dan menceritakan profesi dan ambisi dalam hidup saya. Saya didengarkan, saya diapresiasi dan saya diajukan pertanyaan. Saya sangat senang dengan perkumpulan itu. Perkumpulan yang sama-sama merasakan indahnya tanah basah dan sama merasakan dinginnya cuaca.
Kita bermain, Hura Hura, nyanyi nyanyi melebihi keluarga, seolah teman lama yang kembali untuk reuni dengan status dan profesi yang berbeda, sungguh saking akrabnya. Teman adalah alasan untuk bahagia, teman juga adalah alasan untuk saling berbagi, dan teman adalah alasan untuk menjadi keluarga. Tidak perlu mahal untuk menjadi bahagia, cukup cerita-cerita, nyanyi-nyanyi dan saling membuli terbahak-bahak membuat kami sangat bahagia.
Kami bermalam dengan tenda yang dipisah antara putra dan putri, dengan nasi yang kami makan barusan, agenda perkenalan ditutup dan lampu mulai dinyalakan.
Salam Sukses Sejahtera
By Mohammad Faiq
Trawas Mojokerto
Saya melihat, banyak sekali orang-orang yang mengunjungi tempat ini. Tempat dengan kemah-kemah terpasang dengan cuaca yang sangat dingin. Ada yang berasal dari Jawa tengah, sumatera, Bali dan bahkan kebangsaan kulit putih. Berombongan bersamaan dalam tempat yang sama. Saya tidak tau persis tujuan mereka apa kesini. Apakah tentang organisasi, pekerjaan atau keluarga. Yang bisa saya temui dari alasan mereka kesini pasti karena keindahan tempat ini. Sama dengan alasan saya setelah saya bertanya kepada ketua organisasi.
Saya tiba di tempat Sabtu malam, dengan tiket 20 ribu sudah cukup untuk jalan-jalan sepanjang tempat yang indahnya murni dari alam. Kemudian saya datang menghampiri teman teman dengan tenda telah terpasang dan api sudah dinyalakan. Saya langsung memperkenalkan diri, menunjukkan alamat dan menceritakan profesi dan ambisi dalam hidup saya. Saya didengarkan, saya diapresiasi dan saya diajukan pertanyaan. Saya sangat senang dengan perkumpulan itu. Perkumpulan yang sama-sama merasakan indahnya tanah basah dan sama merasakan dinginnya cuaca.
Kita bermain, Hura Hura, nyanyi nyanyi melebihi keluarga, seolah teman lama yang kembali untuk reuni dengan status dan profesi yang berbeda, sungguh saking akrabnya. Teman adalah alasan untuk bahagia, teman juga adalah alasan untuk saling berbagi, dan teman adalah alasan untuk menjadi keluarga. Tidak perlu mahal untuk menjadi bahagia, cukup cerita-cerita, nyanyi-nyanyi dan saling membuli terbahak-bahak membuat kami sangat bahagia.
Kami bermalam dengan tenda yang dipisah antara putra dan putri, dengan nasi yang kami makan barusan, agenda perkenalan ditutup dan lampu mulai dinyalakan.
Salam Sukses Sejahtera
By Mohammad Faiq
Trawas Mojokerto
0 Comments