Dulu waktu pas kita masih kecil, kita selalu riang saat bunyi motor berbunyi dan berharap ada yang membawa kita meskipun cuma sekedar membeli es krim atau permen karet. Duduk didepan sambil sesekali memperhatikan orang orang dijalan, sesekali mengobrol, sesekali pula bernyanyi, begitu senang seperti senangnya tour luar kota, bagi anak SD di kelas akhir.
Saat kecil pun, kesetiaan belum juga dipahami dalam bentuk kata kata, dalam bentuk pengertian. Tapi siapa sangka, justru waktu kecil, cara berteman kita menunjukkan kesetiaan yang luar biasa.
Kronologinya begini, saat mau pergi ke sekolah, ia datang ke rumah untuk pergi bersama, atau istirahat ke kantin bersama sama dan pulangpun begitu. Hal ini dilakukan setiap hari selama mereka masih sekolah.
Bermain, berbusana dan sampai membeli merek serta warna buku kadang kadang harus sama. Saya sering memperhatikan adek perempuan saya yang masih SD kelas 3. Saya melihat mereka, saya melihat pertemanan saya dulu dengan teman saya, yang kabarnya ia sekarang bekerja di Jakarta. Dan saya yakin, masing masing dari kalian mempunyai teman SD yang selalu bersama kemana mana, yang, saat ini mungkin ia telah jauh dengan kalian, atau kalian tak tau kabar dia sekarang.
Semakin lama, manusia semakin tumbuh dan berkembang. Tentu adek saya tidak akan lagi bermain boneka kertas favoritnya itu setelah dia, mungkin, memasuki sekolah SMA, atau bahkan kuliah. Akan ada teman baru, akan ada hobi baru. Seperti main voly misalkan, hobi memasak atau bahkan sekedar mengikuti latihan taekwondo yang ada di sekitar perkotaan.
Saya rasa, kalianpun demikian. Beranjak tumbuh dan berkembang, mengerucutkan visi dan memulainya dengan latihan. Sudah tak ada lagi permainan yang bahkan sangat menghiburpun, menjadi hal menarik bagi orang yang usianya sekitar 20 atau 25 an. Permainan tak terlalu terpikirkan lagi untuk diprioritaskan.
Ketika manusia telah dewasa, ia akan mulai untuk mencari hal yang bisa membawanya lebih baik, lebih mandiri. Dari sudut banyak hal. Seperti mencari pekerjaan, melanjutkan pendidikan dan bahkan sekedar menciptakan karya yang fenomenal. Semua akan mereka lakukan, demi dirinya, demi keluarganya atau bahkan demi masa depannya.
Hidup kita, tak seindah alur cerita dari tokoh tokoh boneka boneka yang terbuat dari kertas, yang adekku mainkan seusai sekolah menjelang sore.
Salam Sukses Sejahtera
Oleh Mohammad Faiq
Saat kecil pun, kesetiaan belum juga dipahami dalam bentuk kata kata, dalam bentuk pengertian. Tapi siapa sangka, justru waktu kecil, cara berteman kita menunjukkan kesetiaan yang luar biasa.
Kronologinya begini, saat mau pergi ke sekolah, ia datang ke rumah untuk pergi bersama, atau istirahat ke kantin bersama sama dan pulangpun begitu. Hal ini dilakukan setiap hari selama mereka masih sekolah.
Bermain, berbusana dan sampai membeli merek serta warna buku kadang kadang harus sama. Saya sering memperhatikan adek perempuan saya yang masih SD kelas 3. Saya melihat mereka, saya melihat pertemanan saya dulu dengan teman saya, yang kabarnya ia sekarang bekerja di Jakarta. Dan saya yakin, masing masing dari kalian mempunyai teman SD yang selalu bersama kemana mana, yang, saat ini mungkin ia telah jauh dengan kalian, atau kalian tak tau kabar dia sekarang.
Semakin lama, manusia semakin tumbuh dan berkembang. Tentu adek saya tidak akan lagi bermain boneka kertas favoritnya itu setelah dia, mungkin, memasuki sekolah SMA, atau bahkan kuliah. Akan ada teman baru, akan ada hobi baru. Seperti main voly misalkan, hobi memasak atau bahkan sekedar mengikuti latihan taekwondo yang ada di sekitar perkotaan.
Saya rasa, kalianpun demikian. Beranjak tumbuh dan berkembang, mengerucutkan visi dan memulainya dengan latihan. Sudah tak ada lagi permainan yang bahkan sangat menghiburpun, menjadi hal menarik bagi orang yang usianya sekitar 20 atau 25 an. Permainan tak terlalu terpikirkan lagi untuk diprioritaskan.
Ketika manusia telah dewasa, ia akan mulai untuk mencari hal yang bisa membawanya lebih baik, lebih mandiri. Dari sudut banyak hal. Seperti mencari pekerjaan, melanjutkan pendidikan dan bahkan sekedar menciptakan karya yang fenomenal. Semua akan mereka lakukan, demi dirinya, demi keluarganya atau bahkan demi masa depannya.
Hidup kita, tak seindah alur cerita dari tokoh tokoh boneka boneka yang terbuat dari kertas, yang adekku mainkan seusai sekolah menjelang sore.
Salam Sukses Sejahtera
Oleh Mohammad Faiq
0 Comments