Tugas dan tanggung jawab saya hampir selesai, hampir mau memejamkan mata dan hura-hura bersama adek dan nenek di rumah. Tinggal mempersiapkan acara seminar dengan Dosen Bapak Nasution yang saat ini menjadi ketua Pendidikan IPS Pascasarjana UNESA Surabaya, ada rasa nyaman include di acara yang kebetulan diadakan oleh Prodi kami, Tadris IPS STAIN Pamekasan.

Mengurusi banyak hal di kampus membuat saya jarang pulang dan tidur di rumah. Ada kalanya Rumah membuat kita memutar kembali memori di kepala, seperti dari perubahan arsitek setiap masanya setelah beberapa kali direnovasi untuk bisa bertahan hidup, sampai budaya mengaji yang sampai saat ini masih tetap diupayakan setiap maghrib. Dan rumahlah alasan setiap manusia untuk pulang, tidak ada tempat lain.

Sore-sore sekitar Arek Lancor pun ramai-ramai dengan tujuan sama, menuju rumah. Rumahlah tempat untuk berkumpul dan mengistirahatkan tubuh dan pikiran manusia, seperti segerombolan burung di sore hari mewarnai langit merah menjalang petang, indah dan familiar sekali.

Jika ingin diulang kembali memori yang masih sempat saya ingat, ingin tersenyum dan merasa bangga terhadap rumah dan kenangan-kenangannya. Jika dulu sesama teman kita bermain petak umpet, menelusuri setiap tempat yang dianggap mempunyai potensi tersembunyi tanpa malu dan takut,  sekarang berbeda. berada didalam ruangan dengan gudget ditangannya masing-masing, begitu miris. Pernah inget tentang sebuah permainan anak perempuan tentang boneka-boneka dan pakainnya dengan kertas sebagai bahan dasarnya. Permainan itu terasa sebuah sejarah panjang seperti lamanya sejarah Kerajaan Turki Utsmani atau sejarah Ferdinand dan Ratu Issabella di eropa, begitu lama.

Rumah dan isinya sekarang sudah berbeda dengan 15 sampai 20 tahun yang lalu. Rumah-rumah ramai dengan anak kecil membawa pensil warna dan mainan robot meramaikan suasana rumah. Halamanpun menjadi lapangan sepak bola tanpa pagar dengan luas yang biasa disebut tanian lanjang bagi orang kami dulu. Indah dan ingin kembali ke masa itu. Masa dimana saat ini seolah-olah telah mengalami banyak perubahan yang sangat drastis.

Jika dunia telah berubah secara fisik dan pernak-perniknya. Hati dan jiwa serta budi pekerti akan tetap seperti dulu kala.

Semoga sikap ramah dan tamah besok bisa kami tampilkan kepada dosen seminar kami yang jauh-jauh dari petang menuju terang.