Manusia dengan segala pengetahuan dan ilmunya hanyalah manusia yang masih terisisa salah dan dosanya, dan seindah apapun kupu-kupu mereka akan mati menjadi debu dan bunga akan layu dikejar waktu. Tak ada keindahan hakiki
Bunga dan Bentuk Keindahannya
Seperti seelok mawar yang dikelilingi kupu-kupu nan indah tak mau lepas dari keharumannya
Begitupun lebah dengan membawa madu yang bisa membuahkan benih benih kehidupan baru sepasang bunga-bunga.
Manusia sekarang sudah mulai bertanya-tanya, tentangnya, tentang yang menciptakannya dan tentang tujuan hidupnya.
Perjalanan ini hanyalah embrio dengan proses menuju sempurna, metamorfosis yang persis kupu-kupu lakukan sehingga mereka bisa berhak berada diatas bunga yang sangat wangi sekalipun.
Manusia itu mulai penasaran, mereka menabak-nebak sampai mana proses metamorphosis nya itu, barangkali masih menjadi sebuah kepompong yang hanya diam dan terjatuh jika ada angin yg tak begitu besar, atau sudah mulai berjalan seperti ulat menusuri dan mencari makan di setiap dedaunan yang bermanfaat. Atau bahkan sudah bisa terbang dengan sayap sayap pengetahuan dan ilmu yg mampu menghadirkan kharisma dan bisa bersama bunga-bunga penuh keharumab disana. Sesungguhnya manusia itu metamorfosis menuju kesempurnaan.
Tapi, sesempurna apapun kupu-kupu itu, mereka masih dikatakan "metamorfosis tak sempurna". Tak ada yang sempurna.
Manusia dengan segala pengetahuan dan ilmunya hanyalah manusia yang masih terisisa salah dan dosanya, dan seindah apapun kupu-kupu mereka akan mati menjadi debu dan bunga akan layu dikejar waktu. Tak ada keindahan hakiki
Betapapun keindahan itu akan selalu kalah dengan keindahan yang mencipatakan keindahan itu, sampai kapanpun
Manusia dengan segala pengetahuan dan ilmunya hanyalah manusia yang masih terisisa salah dan dosanya, dan seindah apapun kupu-kupu mereka akan mati menjadi debu dan bunga akan layu dikejar waktu. Tak ada keindahan hakiki
0 Comments