Mahir mahirlah dalam berpendapat, semahir seorang penjahit memasukkan benang kedalam jarum.

Berpendapat itu mudah kata sebagian orang, cuman ngomong sambil maiinin ekspresi wajah dan tangan ternyata sudah bisa meyakinkan orang. Cari-cari kesalahan orang, bikin orang ragu atau bahkan mempersoalkan kembali sesuatu yang sudah jelas nyata kebenarannya, begitukan kalo cuman pendapat.

Sebagian yang lain berbeda, katanya berpendapat itu susah, sulit dan tidak spontan setiap orang mampu berpendapat. Butuh mikir, butuh waktu, butuh latian dan butuh mencari kata dari mana mau mulai. (Ternyata ketahuan pendapat ini dimiliki oleh mahasiswa kupu-kupu)

Tapi tidak, kehidupan dan segala bentuk isinya bukan tentang sebuah persoalan, bukan untuk diperdebatkan apalagi hanya sekedar menjadi komentator.

Menjalani sebuah kehidupan yang rodanya  kadang cepat kadang juga lambat adalah sikap orang yang terbilang bagus, jangan maunya cuman saat tu roda ada diatas, saat dibawah malah ngilang mencoba menghindar dan tak mau jika bertemu dengan aspal.

Jangan selalu enak dalam situasi aman, kasian aku sama orang kayak beginian. Kadang miris ya saat teman kita bangga jika tugasnya dikerjakan orang, saking bangganya mereka mengundang teman temannya untuk tasyakuran di kantin kantin kampusnya.

Hidup di zona aman adalah upaya paling praktis untuk selalu aman dari setiap tantangan. Orang kayak ini tidak bakalan disuruh suruh, mereka aman. Mereka aman Karena memang ga ada kelebihan yang bisa mereka berikan, dan salahnya lagi mereka sengaja tidak ingin memiliki kelebihan agar mereka aman, sampai kapanpun mereka akan selalu aman dan sampai kapanpun juga mereka akan tetap tidak memiliki kelebihan.

Yang seperti mereka, hanyalah pintar berpendapat, hanya itu saja, dan akan hanya itu saja.

#produktif