Serakah, tikus-tikus yang dasinya kebesaran semakin kencang memakan harta-harta negara secara gerombol.

Hanya tuhan yang Maha tahu, seandainya manusia maha tahu tak perlu didirikan KPK untuk mengusut kasus perkasus korupsi yang sudah merata.

Tapi sayang, sebanyak apapun domba-domba berkolompok akan berlarian saat melihat serigala dengan kacamata dan bolpen sebagai topeng busuk yang lihai memainkan perannya.

Tuhan Maha Penyayang, seandainya tidak, orang-orang tak berdosa akan dapat imbas jika kemarahan Tuhan ditunjjukkan. Lumpur Lapindo sebagai gejala Alam secara geologi misalkan bisa mempunyai tafsirran berbeda saat ditinjau dari Agama, bisa saja para orang radikal dan fanatik menganggap musibah itu sebagai kemurkaan tuhan akibat maraknya koruptor dan didirikannya prostitusi legal dimana-mana.

Tuhan lindungilah anak dan cucu kita, uang sudah menjadi tuan dan jabatan telah mengadu domba sesama saudara, jangankan rakyat, membunuh saudara akibat persoalan jabatan bukan terjadi satu dua kali setiap dekadenya.

Indonesia!!! Berdoalah kepada tuhan agar tidak ada pijakan kaki dari para serakah-serakah tak berkemaluan dimana-mana.